Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online – Memasuki sesi transaksi hari kedua pekan ini pada perdagangan Senin, harga minyak mentah global terpantau kembali terkoreksi, menyusul kabar mengenai pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina.

Sentiment tersebut dijadikan momentum bagi para investor untuk mengurangi porsi beli minyak mentah dan melepasnya sebagian, sembari menyimak perkembangan pembicaraan antar Rusia dan Ukraina.

Di sisi lain, bayangan negative yang juga menjadi potensi harga minyak mentah bergeliat lagi adalah kecemasan pasar atas penurunan demand bahan bakar dari China, setelah pusat keuangan Shanghai ditutup demi mengekang lonjakan kasus COVID-19.

GAMBAR BROKER ONLINE

Rusia dan Ukraina akan bertemu di Istambul pada hari ini, untuk pembicaraan damai pertama mereka dalam lebih dari dua pekan. Sanksi yang dikenakan pada Rusia pasca menginvasi Ukraina, telah membatasi pasokan minyak dan awal bulan ini, telah memicu harga minyak mentah menggapai level tertinggi dalam 14 tahun.

Di sisi lain, karantina dua tahap selama sembilan hari diperkirakan akan menekan permintaan bahan bakar di China (importir minyak terbesar di dunia). Sementara pusat keuangan negara tersebut menyumbang sekitar 4% dari konsumsi minyak China.

Pasar juga sedang menanti pertemuan OPEC+ pada Kamis lusa dan kemungkinan akan tetap pada rencana untuk sedikit mendongkrak produksi pada Mei meski ada lonjakan harga karena krisis Ukraina dan seruan dari pihak Amerika Serikat dan konsumen utama lain untuk pasokan lebih banyak

Sejatinya, permintaan di seluruh dunia telah meningkat hampir ke tingkat sebelum pandemic, tetapi pasokan terhambat, lantaran OPEC+ lambat memulihkan pengurangan pasokan yang diberlakukan selama pandemic pada tahun 2020.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online – Secara general, performa USD terhadap rival mata uang lainnya pada sepanjang sesi transaksi pekan kemarin hingga memasuki sesi perdagangan hari ketiga pekan ini terdeteksi tampil solid meski kerap disela koreksi minor.

Dua event vital yang menjadi atensi para partisipan forex market saat ini adalah negosiasi antara Rusia dan Ukraina yang mulai menyalakan optimisme pada tercapainya perdamaian.

Serta keputusan moneter terkait prospek kenaikan suku bunga oleh Fed, yang telah melecut kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pada gilirannya mendongkrak juga performa USD terutama kontras terhadap JPY, yang berpotensi mendongkel level puncak 2016 yaitu 118.660.

GAMBAR BROKER ONLINE

Forex candlestick pattern. Trading chart concept. Financial market chart. Acronym USD – United States Dollar. 3D rendering

Di sisi lain, memudarnya harga komoditas terutama minyak mentah, bersamaan dengan proses negosiasi Rusia-Ukraina, menyeret performa AUD terus tertekan oleh USD.

Faktor tambahan yang membebani kinerja AUD adalah tingginya angka kasus Covid-19 di China pada hari Selasa kemarin menuju level tertinggi dua tahun, segera mencetuskan kekhawatiran atas tingginya biaya ekonomi. Sedangkan China merupakan target utama eksport Australia.

Sementara EUR termonitor mulai bergeliat dari level terlemah dalam 22 tahun versus USD, yaitu 1.08054 dan saat ini berpeluang menggedor level resisten terdekat 1.10192 dan 1.10707.

VIDEO BROKER ONLINE

Namun, para investor mesti mewaspadai intensitas pergerakan USD terhadap rival mata uang lainnya sesaat sebelum dan setelah keputusan Fed (Kamis dini hari, 17 Maret 2022, tepatnya jam 01:00 WIB) terutama setelah konferensi pers digelar (01.30 WIB) dengan 3 kemungkinan scenario yang akan terjadi di ranah forex market.

Skenario kesatu, Pasca keputusan Fed menaikkan suku bunga, USD berpotensi menguat namun setelah konferensi pers dapat berbalik tertekan dengan alasan pasar sejauh ini telah mencerna kemungkinan kenaikan suku bunga Fed dengan memperkuat posisi USD.

Skenario kedua, USD melemah jika Fed tidak mengubah suku bunga saat ini dengan beragam alasan yang dikemukakan pada saat konferensi pers.

Skenario ketiga, meskipun Fed mendongkrak suku bunga, USD akan menguat sementara dan berbalik tertekan, setelah mencapai level-level support dan resisten tertentu sehingga menjadi momentum berlakunya pola pembalikan arah (reversal).

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA