Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online – Retail sales Jepang naik untuk bulan ketiga pada Mei. Memperkuat pandangan bahwa konsumsi yang kuat akan mendorong rebound ekonomi kuartal ini. Meskipun kenaikan inflasi menimbulkan risiko bagi pengeluaran rumah tangga untuk sisa tahun 2022.

Penjualan ritel naik 3.6% pada Mei dari tahun sebelumnya, data pemerintah menunjukkan pada Rabu. Naik sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar median untuk kenaikan 3.1%.

Ini mengikuti perubahan kenaikan 3.1% pada bulan April dan menandai kemajuan bulan ketiga sejak Maret ketika pemerintah mencabut semua pembatasan virus corona pada layanan tatap muka secara nasional.

GAMBAR BROKER ONLINE

Pada basis bulan-ke-bulan yang mengalami penyesuaian secara musiman, penjualan ritel naik 0.6% di bulan Mei, setelah tumbuh 1.0% di bulan April.

Konsumen Jepang makan di luar dan melakukan perjalanan domestik selama musim liburan ‘Golden Week’ menjelang awal Mei. Mereka menikmati istirahat tanpa pembatasan COVID-19 untuk pertama kalinya sejak 2019.

Rebound dalam konsumsi jasa dan belanja rumah tangga yang lebih luas kemungkinan mendorong ekonomi terbesar ketiga di dunia. Analis dalam jajak pendapat Reuters terbaru memperkirakan pertumbuhan tahunan 4.1% dalam PDB Jepang kuartal ini setelah kontraksi 0.5% pada Januari-Maret.

Namun kenaikan biaya hidup karena harga komoditas yang lebih tinggi dan penurunan yen ke posisi terendah 24 tahun telah memicu kekhawatiran pemulihan. Karena pendorong pemulihan dari konsumsi Jepang, dapat terganggu sepanjang sisa tahun ini.

Inflasi konsumen telah menjadi pusat perhatian menjelang pemilihan majelis tinggi nasional bulan depan. Hal ini dapat membebani peringkat persetujuan PM Fumio Kishida. Meskipun partai yang berkuasa masih secara luas akan mengklaim kemenangan.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online – Yen Jepang tergelincir menuju penurunan beruntun terpanjang setidaknya dalam setengah abad karena para pedagang mempertimbangkan jalur kebijakan moneter yang berbeda di Jepang dan AS.

Mata uang Jepang merosot terhadap dollar untuk sesi ke-12 berturut-turut pada hari Senin setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda memperingatkan pergerakan yen yang tajam dapat mengganggu ekonomi yang masih rapuh. Komentar tersebut sangat kontras dengan ekspektasi di AS untuk pengetatan yang lebih agresif yang diharapkan dari Federal Reserve, yang telah mendukung greenback.

GAMBAR BROKER ONLINE
BOJ

“Pergerakan yen luar biasa,” kata Bipan Rai, kepala strategi valuta asing dari CIBC. “Tetapi mengingat sikap Fed dan BOJ yang berbeda, seharusnya tidak terlalu mengejutkan.”

Yen turun sebanyak 0.4% sempat menyentuh 126.98 per dollar pada hari Senin jelang penutupan sesi AS setelah Kuroda menunjukkan potensi kerugian bagi pebisnis dalam pergerakan yang ‘sangat cepat’ karena suku bunga terlihat tetap rendah. Itu mendorong yen ke level terendah sejak Mei 2002 dan telah membuatnya siap untuk memperpanjang penurunan terpanjang sejak catatan yang dikumpulkan oleh Bloomberg dimulai pada tahun 1971 saat ketika AS meninggalkan standar emas.

Dollar AS masih tetap akan menguat karena investor menantikan pidato pembuat kebijakan Fed di akhir minggu ini untuk petunjuk baru apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga setengah poin pada Mei untuk mengekang tekanan inflasi atau tidak.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA