Pasar Tenaga Kerja Inggris Menunjukkan Lebih Banyak Tanda Pendinginan

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Pasar tenaga kerja Inggris yang super panas menunjukkan lebih banyak tanda-tanda pendinginan dalam rilisan data resmi pada Selasa karena perusahaan-perusahaan menjadi lebih berhati-hati dalam mempekerjakan dan pekerja mengalami rekor penurunan upah dasar mereka ketika penyesuaian dengan tingkat inflasi yang melonjak.

Tingkat pengangguran negara itu bertahan di 3.8% seperti perkiraan dari survei para ekonom dari Reuters. Dengan mendekati level terendah setengah abad.

GAMBAR BROKER ONLINE

Tetapi jumlah orang yang bekerja tumbuh 160,000 pada periode April-Juni, jauh lebih sedikit dari yang perkiraan dalam jajak pendapat Reuters yang menunjukkan peningkatan 256,000.

Jumlah lowongan pekerjaan turun untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2020, kata Kantor Statistik Nasional.

Upah, tidak termasuk bonus, naik 4.7% meningkat dari tiga bulan hingga Mei tetapi ketika penyesuaian dengan inflasi turun 4.1%. Hal ini adalah penurunan terbesar sejak memulai pencatatan pada 2001.

BOE mengawasi pasar tenaga kerja dengan cermat untuk tanda-tanda tekanan inflasi jangka panjang.

Ini menaikkan biaya pinjaman paling banyak sejak 1995 awal bulan ini. BOE mengatakan tetap siap untuk bertindak tegas jika tekanan itu menjadi lebih persisten.

Rilisan angka tersebut pada hari Rabu menunjukkan indeks harga konsumen Inggris naik 9.8%. Kenaikan dalam 12 bulan hingga Juli, menurut survei ekonom yang dari Reuters. Dan BOE memperkirakannya akan mencapai 13.3% pada Oktober, tertinggi sejak 1980.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA