Minyak Lebih Rendah Tetapi Masih Di Atas $90 karena Dukungan CPI AS yang Lembut

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Harga minyak turun sedikit pada hari Kamis. Tetapi masih mempertahankan sebagian besar kenaikan baru-baru ini karena data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve.

Patokan AS WTI Futures turun 0.6% menjadi $91.37 per barel. Sementara perdagangan minyak berjangka Brent di Inggris turun 0.1% menjadi $96.91 per barel. Kontrak berjangka AS telah reli 1.1% pada hari Rabu. Sementara patokan Inggris bertambah 0.5%.

Harga rally dari posisi terendah mingguan pada hari Rabu setelah indeks harga konsumen AS menunjukkan bahwa tekanan inflasi mereda pada bulan Juli-akibat dari serangkaian kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve untuk menahan harga yang tidak terkendali.

GAMBAR BROKER ONLINE

Indeks dollar merosot setelah pembacaan karena investor mulai memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin oleh Fed selama pertemuan September. Ekspektasi awal adalah kenaikan 75 basis poin.

Pengetatan kebijakan moneter yang lebih lambat, termasuk dengan penurunan inflasi mungkin akan mengurangi beberapa tekanan pada aktivitas ekonomi AS. Hal ini mungkin dapat memacu pemulihan permintaan minyak mentah.

Selain itu, kekhawatiran atas krisis pasokan di Eropa, yang berasal dari Ukraina menghentikan pipa minyak Druzhba dari Rusia, juga telah mendukung harga. Namun perkiraan ekspor ke Eropa akan segera mulai.

Tetapi dalam waktu dekat, minyak kemungkinan menghadapi kelebihan pasokan di tengah berkurangnya permintaan di negara-negara ekonomi utama. Data pemerintah AS pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa perkiraan persediaan minyak mentah tumbuh lebih secara substansial dalam seminggu terakhir, menunjukkan bahwa permintaan tetap lemah.

Persediaan naik 5.46 juta barel dalam seminggu hingga 5 Agustus, jauh di atas perkiraan analis untuk peningkatan 73,000 barel. Stok minyak mentah juga secara tak terduga meningkat hampir lima juta barel pada minggu sebelumnya.

Aktivitas pabrik yang lemah di China, seperti terlihat dari PMI yang lesu dan penurunan inflasi harga produsen , juga menunjukkan bahwa permintaan minyak mentah di ekonomi terbesar kedua akan tetap lemah.

Rilisan data inflasi harga pabrik AS nanti pada hari Kamis, akan menunjukkan apakah tekanan inflasi pada industri AS berkurang.

Perkiraan angka tersebut dapat mencerminkan penurunan yang terlihat pada harga konsumen.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA