Euro Jatuh Lebih Dalam Dampak Berita Kebakaran di Pembangkit Nuklir Ukraina

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker Online - Mata uang euro terpantau mengalami seminggu ini dengan kinerja terburuknya terhadap dollar dalam sembilan bulan karena perang di Ukraina dan prospek harga komoditas yang tinggi terus menyeret ekspektasi pertumbuhan ekonomi Eropa akhir-akhir ini.

Menambah kekhawatiran di awal perdagangan Asia adalah berita pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina, yang terbesar dari jenisnya di Eropa, terbakar pada Jumat pagi setelah serangan oleh pasukan Rusia.

Reuters tidak dapat segera memverifikasi informasi tersebut, namun hal ini termasuk potensi keseriusan erkait kebakaran.

GAMBAR BROKER ONLINE

Hal ini mengirim euro turun lebih lanjut sekitar 0.48% menjadi 1.10098 terendah sejak Mei 2020 pada perdagangan hari ini sesi Asia. Ini telah kehilangan sekitar 1.84% minggu ini, yang akan menjadi minggu terburuk euro sejak Juni 2021.

Dollar AS diperkirakan pada gilirannya akan tergelincir 0.15% sebagai aset safe haven pada Jumat pagi, meny usul laporan kebakaran tersebut, meskipun dengan kenaikan di tempat lain, indeks dollar yang mengukur mata uang terhadap enam mata uang lainnya naik 0.3%.

Pasukan Rusia terus mengepung dan menyerang kota-kota penting Ukraina, pada hari kedelapan invasi mereka, termasuk Mariupol, pelabuhan utama di timur yang telah dibombardir berat.

"Perang ini akan menghancurkan Ukraina. Adapun Rusia, implikasi jangka pendek dan jangka panjangnya pasti akan merugikan ekonomi. Tetapi negara-negara Uni Eropa juga akan menjadi salah satu yang paling terkena sanksi ini," kata analis dari ING.

Mereka mengatakan bahwa efek dari lonjakan harga energi dan gas dapat merusak rebound konsumsi industri dan swasta yang telah diperkirakan setelah pelonggaran pembatasan COVID-19 dan juga kemungkinan akan memperlambat normalisasi kebijakan Bank Sentral Eropa.

"Pada pertemuan ECB minggu depan, setiap petunjuk kenaikan suku bunga tidak mungkin," kata mereka.

VIDEO BROKER ONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=STvgIBlTiSk

Sebaliknya, Federal Reserve AS hampir pasti menaikkan suku bunga pada pertemuan 15-16 Maret untuk pertama kalinya sejak pandemi.

Ketua Fed Jerome Powell, semalam mengulangi komentarnya dari hari Rabu bahwa dia akan mendukung kenaikan seperempat poin persentase awal dalam suku bunga acuan Fed.

Di tempat lain, sterling melemah di terlihat di $1.3333 pada perdagangan hari ini sesi Asia. Sementara dolar Australia turun dari puncak empat bulan di tengah berita kebakaran.

Harga komoditas yang lebih tinggi akibat perang telah menyebabkan Aussie terus naik dalam beberapa pekan terakhir.

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA