Dolar Naik, Euro Turun karena Invasi Rusia ke Ukraina Lebih Insentif

Broker Online | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker online - Dollar naik pada Jumat tetapi euro mengalami mingguan terburuknya terhadap mata uang AS dalam sembilan bulan. Invasi Rusia ke Ukraina dan harga komoditas yang lebih tinggi yang dihasilkan terus menyeret ekspektasi pertumbuhan ekonomi Eropa.

Data Jepang yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa rasio pekerjaan/aplikasi adalah 1.2 dan tingkat pengangguran adalah 2.8% pada Januari 2022.

Harga komoditas yang lebih tinggi karena invasi Rusia telah membantu dollar Australia yang lebih berisiko untuk terus naik selama beberapa minggu terakhir.

GAMBAR BROKER ONLINE

Ukraina semakin hancur

Dalam sebuah langkah yang memperdalam krisis di Ukraina, pasukan Rusia menembaki pembangkit listrik Zaporizhzhia di Enerhodar, Ukraina pada hari sebelumnya. Rusia juga terus mengepung dan menyerang kota-kota Ukraina pada hari kedelapan invasinya, yang dimulai pada 24 Februari. Ini termasuk kota pelabuhan timur Mariupol, yang telah dibombardir secara hebat.

Pabrik terbesar dari jenisnya di Eropa dilaporkan terbakar, sehingga mendorong dollar Australia. Namun berita itu mengirim euro jatuh lebih lanjut 0.48% menjadi $ 1.1009 terendah intraday sejak Mei 2020.

VIDEO BROKER ONLINE

https://www.youtube.com/watch?v=STvgIBlTiSk

Mata uang tunggal untuk kawasan Eropa telah kehilangan 1.84% dalam seminggu hingga saat ini, minggu terburuk sejak Juni 2021. Dollar juga jatuh terhadap aset safe-haven seperti yen tetapi diperoleh terhadap mata uang lainnya.

"Perang ini akan menghancurkan Ukraina. Adapun Rusia, implikasi jangka pendek dan jangka panjangnya pasti akan merugikan ekonomi. Tetapi negara-negara Uni Eropa juga akan menjadi salah satu yang paling terkena sanksi ini," kata analis ING kepada Reuters.

Efek dari lonjakan harga energi dan gas dapat merusak rebound konsumsi industri dan swasta yang telah diperkirakan setelah pelonggaran pembatasan COVID-19 dan juga kemungkinan akan memperlambat normalisasi kebijakan Bank Sentral Eropa. "Pada pertemuan ECB minggu depan, petunjuk kenaikan suku bunga tidak diragukan lagi," tambah mereka.

Di seberang Atlantik, Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak COVID-19 dimulai ketika menjatuhkan keputusan kebijakannya pada 15 Maret. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali di hari kedua kesaksiannya di hadapan Kongres bahwa dia akan mendukung kenaikan suku bunga seperempat poin persentase awal.


PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA