Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral AS tegas untuk menurunkan inflasi yang tinggi. Tetapi juga ingin melakukannya selembut mungkin agar tidak mendorong ekonomi ke dalam jurang kehancuran.

Penting, kata Daly pada simposium yang diadakan bersama dengan Monetary Authority of Singapore, “untuk menavigasi melalui lingkungan inflasi yang tinggi. Ini perlu dengan hati-hati sehingga kita tidak meninggalkan kerusakan jangka panjang pada pasar tenaga kerja kita.”

broker lokal

The Fed telah secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang lebih dari tiga kali lipat dari target 2%. Kenaikan suku bunga minggu lalu sebesar 75bps adalah kenaikan ketiga berturut-turut bank sentral sebesar itu. Dan itu mengisyaratkan kemungkinan akan menaikkan suku bunga kebijakan. Sekarang dalam kisaran 3%-3.25% menjadi 4.4% pada akhir tahun dan untuk 4.6% tahun depan.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dia memperkirakan bahwa menaikkan suku pada kecepatan itu akan mendorong pengangguran dan menyakitkan bagi beberapa rumah tangga dan bisnis. Tetapi pada akhirnya akan lebih menyakitkan untuk membiarkan inflasi mengakar.

“Stabilitas harga adalah fundamental,” kata Daly, Selasa. Inflasi AS sekitar setengahnya karena kelebihan permintaan dan sekitar setengahnya karena pasokan yang terbatas, katanya, dan harapannya adalah ketika The Fed menaikkan suku bunga untuk memperlambat permintaan, sisi penawaran juga akan pulih, memungkinkan keduanya untuk bertemu di tengah.

Tetapi rantai pasokan masih kusut dan pasokan tenaga kerja belum kembali secepat seperti harapan sebelumnya, katanya. Sehingga Fed mungkin perlu melakukan sedikit lagi pada permintaan untuk memastikan inflasi turun.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Paket baru pemotongan pajak yang tidak pemerintah Inggris danai yang kemungkinan besar akan membutuhkan suku bunga yang lebih tinggi, kata seorang pejabat tinggi Bank of England pada hari Rabu.

Prospek untuk Inggris telah berubah tiba-tiba setelah apa yang disebut ‘anggaran mini’ Kwasi Kwarteng, Reuters melaporkan kepala ekonom BOE Pill menambahkan “Sulit untuk tidak menarik kesimpulan bahwa kita akan membutuhkan respons kebijakan moneter yang signifikan.”

Komentar tersebut muncul sehari setelah volatilitas terburuk yang terlihat di pasar valuta asing dan obligasi Inggris dalam lebih dari satu dekade. Karena investor melepas pound dan obligasi pemerintah Inggris di tengah kekhawatiran bahwa rencana Kwarteng akan menyebabkan inflasi dan menempatkan keuangan publik Inggris pada lintasan yang tidak berkelanjutan.

Volatilitas telah memaksa BOE untuk mengeluarkan pernyataan akan memperketat kebijakan moneter “sebanyak yang perlu”. Hal ini untuk membawa inflasi kembali ke target jangka menengah 2%. Pada 9.9% pada bulan Agustus, saat ini berjalan hampir lima kali lipat dari target itu.

Kwarteng telah mengumumkan pemotongan pajak terbesar dalam lebih dari 50 tahun pada hari Jumat. Di atas paket subsidi energi untuk rumah tangga dan bisnis. Yang kemungkinan akan menelan biaya sekitar 60 miliar pound selama enam bulan ke depan saja.

Pound stabil setelah komentar Pill menjadi viral setelah naik lebih dari setengah persen. Sterling sudah naik hampir 4 sen di atas level terendah sepanjang masa yang pencapaian pada hari Senin.

Namun, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 Tahun terus mempertimbangkan asumsi inflasi yang lebih tinggi dalam jangka menengah. Ini naik 12 basis poin menjadi 4.37%, tertinggi sejak pecahnya Krisis Keuangan Hebat pada tahun 2008.

GAMBAR BROKER LOKAL

broker lokal
Bank of England chief economist Huw Pill

Imbal hasil pada uang kertas dua tahun yang lebih sensitif terhadap suku bunga, yang telah jatuh pada pembukaan di tengah harapan bahwa pasar akan pulih, meluncur kembali ke tertinggi hari ini di 4.48%.

Sebelumnya pound terlihat stabil pada hari Selasa setelah jatuh ke rekor terendah sehari sebelumnya. Dengan jeda kemungkinan akan kehabisan tenaga karena beberapa keraguan apakah kenaikan suku bunga berukuran jumbo termasuk kenaikan darurat akan menyelamatkan mata uang yang terbebani itu.

GBP/USD naik 0.33% menjadi $1.0711 setelah jatuh ke rekor terenah $1.0322 sehari sebelumnya.

Jeda datang karena investor memperkirakan prospek Bank of England memberikan 1.5% kenaikan suku bunga kagu pada pertemuan November. Tetapi itu tidak mungkin dapat mengubah arus pergerakan sterling.

“Kenaikan suku bunga lebih dari 150bp saat ini diperhitungkan untuk pertemuan mendatang,” kata Commerzbank. “Sterling, bagaimanapun, akan tetap rentan,” Commerzbank menambahkan. “Karena ada banyak yang telah mempertanyakan tekad BoE untuk memerangi inflasi bahkan sebelum peristiwa ini.”

Menyusul anjloknya pound ke rekor terendah terhadap dollar dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris. BoE mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga yang signifikan akan segera terjadi. Karena rencana pengeluaran pemerintah Inggris akan menambah kesengsaraan inflasi negara.

“Sulit untuk tidak menarik kesimpulan bahwa ini akan membutuhkan respons kebijakan moneter yang signifikan,” kata kepala ekonom Bank of England Huw Pill seperti dikutip Selasa oleh beberapa media.

pOUND tetap rentan

Selain prospek kenaikan suku bunga yang agresif, janji Menkeu Kwarteng untuk mengungkap rencana fiskal jangka menengah pada 23 November. Hal ini untuk menunjukkan bagaimana Inggris akan mendanai rencana pengeluarannya yang mencakup pemotongan pajak terbesar dalam lebih dari 50 tahun. Dan juga untuk menstabilkan mata uang.

“Rencana fiskal akan menetapkan rincian lebih lanjut tentang aturan fiskal pemerintah, termasuk memastikan bahwa hutang turun sebagai bagian dari PDB dalam jangka menengah,” kata Departemen Keuangan. Kwarteng telah meminta agar OBR menetapkan perkiraan penuh di samping rencana fiskal.

Dihadapkan dengan tekanan untuk membalikkan beberapa langkah pengeluaran, menkeu baru dilaporkan menolak, dengan mengatakan dia yakin bahwa rencana pertumbuhan dan rencana fiskal jangka menengah yang akan datang akan berhasil.

Sementara pergerakan ini “membeli waktu” untuk pound. ING mengatakan, tanpa respons yang lebih cepat dari BoE – sebelum pertemuan November – sterling tetap rentan.

Bank sentral, bagaimanapun, tampaknya tidak tertarik untuk memberikan kenaikan suku bunga, dengan Pill menyarankan bank sentral harus menunggu sampai pertemuan berikutnya pada minggu pertama November.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – BTP Italia memimpin penurunan obligasi Zona Euro pada hari Senin, setelah kemenangan blok sayap kanan yang Giorgia Meloni sebagai pimpanan, juga telah mengamankan mayoritas dalam pemilihan parlemen Italia.

Pemilihan tersebut membuat partai Meloni’s Brothers of Italy sebagai yang terbesar di Senat dan Kamar Deputi. Dengan demikian, pemerintah Italia berikutnya kemungkinan akan berada dalam pimpinan sebuah partai yang telah menyatakan simpati di masa lalu. Berlandasan dengan kebijakan Fasis mantan diktator Benito Mussolini.

Meloni telah meredam retorikanya selama kampanye pemilihan. Dia mengindikasikan bahwa akan terus maju dengan kebijakan ekonomi yang Uni Eropa perlukan. Dengan tujuan membuka puluhan miliar euro dalam bantuan pasca-pandemi yang akan diperlukan untuk membangun kembali ekonomi negara.

Giorgia Meloni

Imbal hasil obligasi 10-tahun Italia naik 12 basis poin menjadi 4.48% saat pembukaan. Sementara imbal hasil obligasi 2-tahun – cerminan lebih langsung dari tekanan yang membayangi di pasar hutang zona euro – naik hanya 10 basis poin menjadi 3.13%.

Sementara langkah itu tajam. Hal ini terjadi di pasar obligasi dunia pada prospek kebijakan Eropa retak di bawah tekanan krisis energi yang sedang berlangsung. Imbal hasil 10-tahun Jerman juga naik 7 basis poin menjadi 2.10%. Sedangkan imbal hasil obligasi 2-tahun naik 5 basis poin menjadi 1.96%.

Saham Italia, sebaliknya menyambut baik hasil tersebut, yang menjanjikan agenda pro-bisnis secara luas dari pemerintahan berikutnya. Pembukaan Indeks FTSE MIB naik 0.2% menjadikannya indeks berkinerja terbaik kedua di Eropa.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Pasar saham Eropa terlihat lebih rendah pada hari Senin, terbebani oleh prospek ekonomi yang memburuk dan ketidakpastian politik.

Ekuitas Eropa telah berada di bawah tekanan hampir sepanjang tahun karena investor resah atas kombinasi beracun dari inflasi tinggi, pengetatan moneter yang agresif, krisis energi yang sedang terjadi dan konsekuensi ekonomi dari perang Rusia-Ukraina.

Data aktivitas bisnis yang suram dari Zona Euro dan Inggris pekan lalu meningkatkan kekhawatiran akan resesi regional, dan investor akan melihat rilis indeks iklim bisnis Ifo Jerman untuk September nanti di sesi ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang sentimen perusahaan di ekonomi terbesar Zona Euro.

Menambah kesengsaraan di kawasan itu adalah kemenangan elektoral di Italia pada Minggu malam dari aliansi sayap kanan yang dipimpin oleh partai Brothers of Italy dengan pimpinan Giorgia Meloni yang kemungkinan memberi negara itu pemerintahan paling sayap kanan sejak Perang Dunia Kedua.

Meskipun Meloni, yang ditetapkan untuk menjadi pemimpin wanita pertama Italia, telah mengecilkan akar pasca-fasis partainya, akan ada banyak ketidakpastian tentang bagaimana dia mencoba untuk menghadapi tantangan ekonomi yang berkembang yang dihadapi ekonomi terbesar ketiga di Zona Euro. mengingat gunung utangnya yang menakutkan.

GAMBAR BROKER ONLINE

broker lokal

Ketegangan global juga meningkat atas perang di Ukraina. Dampaknya Rusia mendapat suara protes secara luas karena mencaplok wilayah yang telah Rusia ambil dengan paksa.

Pasar saham Inggris bisa mengungguli Senin setelah pound Inggris mencapai rekor terendah pada Senin. Dan kemungkinan setelah keputusan paket pemotongan pajak terbesar negara itu dalam 50 tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lamban, terjadi.

Penurunan sterling menggambarkan keraguan pasar atas keberlanjutan langkah tersebut, mengingat negara itu menghadapi pertumbuhan yang melambat dan defisit ganda. Namun, itu juga bisa membantu sejumlah perusahaan raksasa negara yang memperoleh banyak pendapatan mereka di luar negeri. Dan dengan demikian akan terdorong oleh pound yang lemah saat balik ke Inggris.

Harga minyak melemah pada Senin, jatuh ke level yang tidak terlihat sejak awal Januari. Hal ini terbebani oleh melonjaknya dollar AS. Dan di tengah kekhawatiran bahwa aktivitas ekonomi global yang melambat akan mengurangi permintaan minyak mentah.

Indeks dollar yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, naik ke tertinggi baru 20 tahun pada hari Senin. Hal ini membuat semua komoditas, termasuk minyak, yang berdenominasi dalam dollar lebih mahal bagi pembeli non-dollar.

Minyak mentah AS mencapai 0.9% lebih rendah pada $78.03 per barel. Sementara kontrak Brent turun 0.9% menjadi $84.25. Kedua kontrak merosot sekitar 5% pada hari Jumat, jatuh ke posisi terendah delapan bulan.

Selain itu, emas turun sekitar 0.6% menjadi $1626/toz. Sementara EUR/USD mencapai 0.5% lebih rendah pada 0.9641.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker Lokal | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Kontrol modal dan intervensi mata uang adalah salah satu alat yang dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan Asia untuk mengatasi kenaikan suku bunga AS yang cepat dan risiko dollar yang melonjak dapat memicu krisis hutang, Presiden Bank Pembangunan Asia Masatsugu Asakawa mengatakan pada hari Jumat.

Dengan arus investasi yang sudah bergejolak, pembuat kebijakan Asia mungkin juga perlu mempercepat perdebatan tentang penguatan jaring pengaman keuangan kawasan, kata Asakawa. Asakawa yang sebelumnya adalah pejabat mata uang utama Jepang.

GAMBAR BROKER LOKAL

Masatsugu Asakawa

Sementara Asia jauh dari mengalami krisis, banyak negara berkembang terpaksa menaikkan suku bunga untuk membendung arus keluar modal dengan biaya memperlambat ekonomi mereka, katanya.

“Kecuali mereka menaikkan suku bunga, negara-negara berkembang Asia akan melihat mata uang mereka terdepresiasi. Dan meningkatkan ukuran hutang besar mereka dalam dollar,” kata Asakawa.

“Kali ini, langkah normalisasi kebijakan moneter oleh Fed AS sangat cepat, dan telah menyebabkan beberapa gejolak di pasar modal negara berkembang,” Asakawa, mantan wakil menteri keuangan Jepang untuk urusan internasional, mengatakan kepada Reuters.

“Dengan Amerika Serikat menaikkan suku bunga, negara berkembang tidak punya banyak pilihan. Selain menaikkan suku bunga untuk menghindari mata uang mereka terdepresiasi terlalu banyak,” katanya.

Beberapa ketidaknyamanan pada kenaikan dollar, atau setidaknya pada laju kenaikannya, sudah jelas di Asia.

Jepang membeli yen pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak 1998 untuk menahan penurunannya. India, Thailand dan Singapura telah mencelupkan ke dalam cadangan dollar untuk mendukung mata uang mereka. Sementara Korea Selatan pada hari Jumat mengatakan akan bekerja dengan dana pensiun yang besar untuk membatasi pembelian dollar di pasar spot dan mendukung won.

Berbagai bentuk intervensi juga telah terlihat di sejumlah pasar saham dan obligasi regional untuk meredam volatilitas.

Asakawa dipandang oleh beberapa pelaku pasar sebagai kandidat kuda hitam dalam kompetisi untuk menggantikan Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda. Kuroda akan mengakhiri masa jabatannya tahun depan.

Dia menolak berkomentar ketika ditanya tentang prospek untuk menjadi kandidat ketua BOJ.

penyangga yang cukup

Risiko terhadap prospek ekonomi Asia, seperti perlambatan pertumbuhan China dan dampak dari kenaikan suku bunga AS yang cepat, serta tantangan pasca-COVID 19 seperti ketahanan pangan akan menjadi topik utama perdebatan pada pertemuan tahunan ADB dari 26-30 September, katanya.

Asakawa mengatakan “Banyak negara berkembang Asia memiliki penyangga yang cukup. Seperti surplus transaksi berjalan yang cukup dan cadangan devisa, untuk menghadapi krisis lain.” Sebagai upaya terakhir, mereka dapat memanfaatkan alat kebijakan non-moneter seperti kontrol modal, tambahnya.

“Beberapa negara berkembang Asia dapat melakukan intervensi untuk mencegah mata uang mereka dari depresiasi. Negara-negara seperti Malaysia menerapkan kontrol modal selama krisis keuangan Asia,” kata Asakawa.

krisis hutang

“Kami belum sampai di sana. Tetapi alat seperti itu bisa menjadi salah satu opsi. jika terjadi krisis hutang,” katanya. Dia menolak mengomentari intervensi langka Jepang minggu lalu.

“Pembuat kebijakan Asia juga harus bersiap ketika pergerakan pasar yang bergejolak menggoyahkan ekonomi regional,” tambahnya.

“Arus investasi portofolio menjadi cepat dan tidak stabil, sehingga pembuat kebijakan harus memantau pergerakannya dengan cermat. Mereka juga harus siap menghadapi kemungkinan terburuk, seperti dengan mempercepat perdebatan tentang peningkatan kerja sama keuangan regional,” kata Asakawa.

“Dalam jangka panjang, negara-negara berkembang Asia dapat membuat ekonomi mereka tidak terlalu rentan terhadap perubahan pasar. Karena telah meningkatkan pendapatan pajak dan mengurangi ketergantungan mereka pada pinjaman luar negeri,” kata Asakawa.

“Lebih layak untuk mendanai biaya kesejahteraan sosial dengan keuangan internal, daripada pinjaman eksternal,” katanya, menambahkan bahwa memperkenalkan atau meningkatkan pajak karbon mungkin di antara pilihan.

Jepang, Korea Selatan, China dan ASEAN, sebuah kelompok yang dikenal sebagai ASEAN+3, sedang meningkatkan upaya untuk meningkatkan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

CMIM memainkan peran penting dalam mendukung stabilitas keuangan regional dengan memungkinkan ekonomi anggota, yang meliputi ASEAN+3 dan Hong Kong, untuk memanfaatkan jalur pertukaran mata uang guna mengamankan mata uang yang membutuhkan.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker Lokal | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – BOT kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis untuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Hal ini mencerminkan berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi. Bahkan memangkas prospek pertumbuhan ekonomi untuk 2022 karena melambatnya momentum ekspor.

Bank sentral Taiwan (BOT) menaikkan suku bunga acuan sebesar 12.5bps menjadi 1.625% seperti perkiraan sebelumnya.

Ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter triwulanannya. Ekspektasi median adalah kenaikan 12.5bps. Tetapi sebagian kecil memperkirakan kenaikan 25bps dan satu orang melihat kenaikan 50bps.

Keputusan itu diambil setelah Federal Reserve AS menyampaikan kenaikan suku bunga 75bps ketiga berturut-turut pada hari Kamis dini hari tadi. Dan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan pada pertemuan mendatang. Hal ini menggarisbawahi tekadnya untuk tidak menyerah dalam pertempuran untuk menahan inflasi.

GAMBAR BROKER ONLINE

broker lokal

“Ekonomi kami menunjukkan tren penurunan. Tetapi masih ada banyak ketidakpastian di depan,” kata Gubernur Yang Chin-long kepada wartawan. Dia mengutip faktor-faktor termasuk perang di Ukraina dan ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.

Bank sentral Taiwan, yang telah berulang kali mengatakan akan memperketat tahun ini seperti yang rekan-rekan bank sentral lainnya lakukan. BOT mengatakan akan terus menyesuaikan kebijakan moneter pada waktu yang tepat untuk membantu menstabilkan harga.

Sebagai alat tambahan untuk membantu mengendalikan inflasi, bank juga menaikkan 25bps berbagai tingkat rasio persyaratan cadangan bank. Itu adalah langkah kedua tahun ini setelah kenaikan rasio yang sama pada bulan Juni.

Seiring dengan kenaikan suku bunga, akan membantu mengekang inflasi yang hingga kemungkian akan stabil secara bertahap pada paruh kedua tahun ini.

Bank sentral mengatakan pihaknya memperkirakan indeks harga konsumen (CPI) akan naik 2.95% pada 2022. Sedikit merevisi prospek dari 2.83% yang diprediksi pada Juni.

Tapi inflasi, tidak pernah seburuk di Amerika Serikat atau Eropa.

Indeks harga konsumen Taiwan adalah 2.66% lebih tinggi pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya, angka terendah dalam setengah tahun.

Ekonomi yang bergantung pada perdagangan juga mulai kehilangan momentum karena permintaan konsumen melemah di pasar utama China, Amerika Serikat dan Eropa. Ekspor Taiwan bulan lalu naik hanya 2% dalam setahun dan bisa menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.

Bank sentral kembali memangkas estimasi 2022 untuk pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 3.51% dari 3.75% yang terlihat pada Juni. Untuk tahun 2023, diperkirakan PDB tumbuh 2.9%. Ekonomi tumbuh 3.05% pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya.

Bank mengatakan ekspor Taiwan tidak mungkin berkembang pesat tahun depan karena penurunan ekonomi global.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Pemerintah Swiss secara signifikan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonominya pada Selasa. Pemangkasan ini karena terkait meningkatnya risiko dari ‘situasi energi yang tegang dan kenaikan harga yang tajam’.

Sekarang memperkirakan ekonomi negara berkembang 2.0% tahun ini, turun dari perkiraan Juni untuk pertumbuhan 2.6%.

“Pada tahun 2023 perkiraan ekonomi akan tumbuh sebesar 1.1%,” kata Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO). SECO menurunkan perkiraan dari ekspektasi sebelumnya sebesar 1.9%.

Angka-angka tersebut disesuaikan untuk menghilangkan efek dari acara olahraga besar.

GAMBAR BROKER ONLINE

broker lokal

“Setelah paruh pertama tahun 2022 yang positif, ekonomi Swiss sekarang menghadapi prospek yang memburuk,” kata SECO. “Situasi energi yang tegang dan kenaikan harga yang tajam membebani prospek ekonomi, terutama di Eropa.”

SECO meningkatkan perkiraan inflasinya. Dengan mengatakan mereka memperkirakan harga konsumen akan naik sebesar 3% pada tahun 2022 dan 2.3% pada tahun 2023. Sebelumnya mereka memperkirakan inflasi sebesar 2.5% tahun ini dan 1.4% pada tahun 2023.

Awal bulan ini tiga lembaga ekonomi terkemuka Jerman menurunkan perkiraan mereka untuk ekonomi terbesar Eropa tahun depan. Dengan dasar pada memprediksi harga energi yang tinggi yang karena perang Ukraina akan mengambil korban mereka.

Swiss, yang tidak terlalu bergantung pada gas Rusia dan mengalami inflasi yang jauh lebih rendah daripada zona euro tetangga. Yang secara tradisional memiliki salah satu ekonomi Eropa yang lebih kuat.

SECO mengatakan situasi pengangguran yang menguntungkan di Swiss. Yakni perkiraan tingkat pengangguran sebesar 2.2% tahun ini dan 2.3% berikutnya, akan terus mendukung permintaan domestik.

Namun perkiraan permintaan luar negeri akan melemah. Titik berat pada lebih sedikit permintaan untuk produk Swiss dari zona Euro, Amerika Serikat dan China dari perkiraan sebelumnya.

“Prospek keseluruhan untuk ekonomi Swiss sebagian besar bergantung pada ekonomi global dan bagaimana situasi pasokan energi berkembang,” kata SECO. SECO juga mengatakan penurunan tajam aliran gas Rusia telah meningkatkan risiko kekurangan pasokan di Eropa.

“Meskipun perkiraannya berdasarkan pada asumsi tidak akan ada kekurangan. Namun ekonomi Swiss akan sangat terpengaruh jika ada pengurangan gas atau listrik,” katanya.

“Kenaikan suku bunga oleh bank sentral di seluruh dunia untuk mengatasi inflasi juga meningkatkan masalah yang terkait dengan hutang global dan pasar keuangan,” tambahnya.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Penguatan dollar kemungkinan tidak akan terguling dalam waktu dekat karena Fed kemungkinan akan menindaklanjuti perkiraan kenaikan suku bunga secara luas dengan pernyataan hawkish minggu ini yang mungkin memaksa para pedagang untuk memikirkan kembali seberapa tinggi suku bunga sebelum mencapai puncaknya.

Indeks dollar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang perdagangan enam mata uang utama, turun 0.1% menjadi 109.44 meskipun tetap mendekati level tertinggi sejak 1985.

“[Kami] melihat dollar bertahan di level yang kuat ini jika tidak lebih kuat untuk sisa tahun ini,” kata ING. Hal ini menandai risiko kenaikan harga pasar dalam pengetatan kebijakan moneter Fed yang lebih agresif.

GAMBAR BROKER ONLINE

broker lokal

Komite Pasar Terbuka Federal, komisi penetapan suku bunga Fed, akan memulai pertemuan dua hari Selasa. Kemungkinan akan berujung pada keputusan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 0.75%.

Keputusan tersebut akan disertai dengan serangkaian proyeksi baru tentang inflasi, pertumbuhan ekonomi dan jalur suku bunga di masa depan. Yang secara kolektif akan menunjukkan jalur yang lebih hawkish ke wilayah yang membatasi.

Proyeksi Fed sebelumnya menunjukkan terminal bank sentral atau tingkat puncak sekitar 3.8%. Tetapi pasar sekarang memperkirakan The Fed akan menaikkannya menjadi sekitar 4.5%. Dan mungkin akan mendorong sekitar 5% jika inflasi tidak melambat cukup cepat.

“Taruhan pada Fed mengangkat suku bunga acuan ke puncak 5% tidak dapat dikesampingkan selama beberapa bulan mendatang,” kata ING. ING menyoroti risiko pasar menilai kembali rencana Fed untuk pindah ke kebijakan restriktif dan data yang berpotensi menunjukkan inflasi ‘panas’.

“Mengakui bahwa data inflasi baru-baru ini tidak cukup menunjukkan perlambatan tekanan harga,” kata ING. Pertemuan Fed berikutnya pada bulan November dan Desember dapat melihat tindakan yang lebih agresif dari Fed daripada perkiraan saat ini.

Perkiraan sekitar 60% pedagang sekarang Fed akan menaikkan 75bps lagi pada bulan September dari pada hanya 16% pada minggu sebelumnya, menurut Alat Pemantau Suku Bunga Fed.

Untuk pertemuan Desember, konsensus belum jelas. Namun kenaikan 25bps lainnya tampaknya akan terjadi, membawa suku bunga dana Fed ke kisaran 4.25% hingga 4.50%.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker LokalForexTrading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Inflasi konsumen inti Jepang meningkat menjadi 2.8% pada Agustus untuk mencapai laju tahunan tercepat dalam hampir delapan tahun, data menunjukkan pada Selasa. Hal ini menandakan tekanan inflasi dari biaya bahan baku yang lebih tinggi dan yen yang lemah meluas.

Sementara inflasi konsumen inti melebihi target 2% bank sentral selama lima bulan berturut-turut. BOJ tidak mungkin menaikkan suku bunga dalam waktu dekat karena upah dan pertumbuhan konsumsi tetap lemah, kata para analis.

Data tersebut menyoroti dilema yang BOJ hadapi ketika mencoba untuk menopang ekonomi yang rapuh dengan mempertahankan suku bunga yang sangat rendah. Sehingga pada gilirannya memicu penurunan yen yang tidak diinginkan yang dapat menaikkan biaya hidup rumah tangga juga.

broker lokal

Kenaikan indeks harga konsumen inti (CPI) nasional termasuk biaya bahan bakar, yang tidak termasuk makanan segar yang mudah menguap. sedikit lebih besar dari perkiraan pasar rata-rata untuk kenaikan 2.7% dan mengikuti kenaikan 2.4% pada bulan Juli.

Setelah mendorong ekspor, pelemahan yen menjadi ‘sakit kepala’ bagi pembuat kebijakan Jepang. Karena merugikan pengecer dan konsumen dengan menaikkan harga bahan bakar dan makanan impor yang sudah naik terl;ebih dahulu.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu tumbuh 3.5% secara tahunan pada kuartal kedua, lebih kuat dari perkiraan awal. Tetapi pemulihannya lebih lambat daripada banyak negara lain. Hal ini karena kebangkitan infeksi COVID-19, kendala pasokan dan kenaikan biaya bahan baku membebani konsumsi dan output.

Sementara inflasi masih rendah terhadap banyak negara maju lainnya, perlambatan global dan harga energi yang tinggi sehingga mengaburkan prospek. BOJ telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah dan tetap menjadi outlier dalam gelombang pengetatan kebijakan moneter global.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

Broker Lokal | Forex | Trading Online | Bursa Forex

Broker Lokal – Ekspor Indonesia terlihat melambat pada Agustus karena harga beberapa komoditas utamanya menurun. Tetapi surplus perdagangannya diperkirakan akan bertahan sekitar $4 miliar, Reuters poll menunjukkan pada Selasa.

Dua puluh satu analis yang Reuters survei, memperkirakan ekspor dari ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu tumbuh 19.19% secara tahunan di Agustus. Yang turun dari pertumbuhan bulan sebelumnya 32.03%.

GAMBAR BROKER ONLINE

broker lokal

Impor terlihat naik 30.60% secara tahunan, yang merupakan perbandingan pertumbuhan lebih lambat terhadap 39.86% di bulan Juli.

Surplus perdagangan Agustus terlihat sebesar $4.9 miliar. Bila perbandingan terhadap surplus $4.22 miliar pada bulan sebelumnya.

Negara yang kaya sumber daya ini telah menikmati ledakan ekspor karena mendapat dukungan dari kenaikan harga komoditas. Hal ini jadi pendorong pemulihan ekonominya dari dampak pandemi.

Namun, biro statistik bulan lalu memperingatkan adany risiko perlambatan ekspor karena moderasi harga komoditas seperti minyak sawit dan nikel.

BOR PANGKAS Suku Bunga

Sementara Bank sentral Rusia (BOR) mungkin akan memangkas suku bunga utamanya sebesar 50bps menjadi 7,5% pada Jumat untuk mendorong pinjaman karena inflasi terus melambat, menurut jajak pendapat Reuters pada Senin.

Bank telah secara bertahap membalikkan kenaikan suku bunga darurat menjadi 20% pada akhir Februari yang mengikuti langkah Rusia pada 24 Februari untuk mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina dan pengenaan sanksi Barat yang semakin luas sebagai tanggapan.

Sejak itu, BOR membuat tiga pemotongan 300bps berturut-turut selanjut pengurangan 150bps menjadi 9,5% pada Juni. Sebelum mengejutkan para analis dengan pemotongan 150bps menjadi 8% pada pertemuan terakhirnya pada pertemuan 22 Juli. Bank mengatakan akan mempelajari kebutuhan untuk pemotongan lebih.

PERLAMBATAN INFLASI YANG CEPAT

Dua puluh dari 23 analis dan ekonom yang Reuters survei pada hari Senin memperkirakan bahwa Rusia akan memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut sebesar 50 bps pada hari Jumat.

“Perlambatan inflasi yang cepat dan kebutuhan untuk mendukung transformasi struktural ekonomi Rusia dalam menghadapi sanksi mendukung pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut,” kata Mikhail Vasilyev, kepala analis dari Sovcombank.

BCS Global Markets mengatakan pemotongan 50bps sebagian besar sudah tertanam dalam harga obligasi dan saham.

“Komentar regulator tentang prospek masa depan adalah penting,” kata BCS. “Kemungkinan bank sentral dapat mengambil jeda dalam siklus pelonggaran kebijakan moneternya di masa depan.”

Inflasi tahunan Rusia melambat lebih lanjut pada Agustus menjadi 14.3%, data menunjukkan minggu lalu. Sementara harga konsumen turun untuk minggu kesembilan berturut-turut, sebagian berkat penurunan musiman harga buah dan sayuran.

Inflasi masih jauh di atas target 4% bank sentral. Tetapi turun dari level tertinggi 20 tahun yang terlihat segera setelah Moskow mengirim pasukannya ke Ukraina.

Beberapa analis yang memprediksi penurunan menjadi 7.5% mengatakan bahwa pergerakan tersebut bahkan bisa lebih dalam, hingga 7%. Hanya dua yang memperkirakan pemotongan 100bps, dan hanya satu yang memperkirakan pemotongan lebih dangkal menjadi 7.75%.

SberCIB Investment Research, lengan investasi pemberi pinjaman terbesar Rusia, Sberbank, mengatakan harga konsumen turun lebih cepat dari biasanya dalam beberapa bulan terakhir dan kemungkinan terus berlanjut pada September. Hal ini berarti bank sentral dapat menurunkan suku bunga utamanya menjadi 7%.

Andrei Kostin, CEO pemberi pinjaman no.2 VTB, pekan lalu mengatakan ada ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga utamanya menjadi 7.5%. Dan kemudian 7% untuk merangsang pinjaman di sektor perbankan Rusia.

Untuk mengikuti rekomendasi harian, silahkan bergabung di account telegram CyberFutures @CFNewsJkt.

PRODUCTS
RISK WARNING

Trading leveraged products such as Forex and CFDs may not be suitable for all investors as they carry a high degree of risk to your capital. Please ensure that you fully understand the risks involved, taking into account your investments objectives and level of experience, before trading, and if necessary seek independent advice

SOCIAL MEDIA